Pages

Rabu, 26 Oktober 2011



Ini dia acara yang paling seru MASTERCAMP !!! acara yang paling di tunggu tunggu..
ngecamp selama 3 hari dan 2 malam di COBAN RAIS.. MENYENANGKAN !!!
ga bisa lupa pasti..
inagurasi yang yaa lumayan, jelajah malam yang yaa menurutku kurang tegang sih, kamar mandi yang jauh, yang kalo mau buang air harus naik turun dulu dan biasanya pas udah nampe bawah ga jadi kebelet..hehehehe
kelompok ini merupakan kelompok 15, dengan nama "BOOLEAN", dan mempunyai seorang pendamping bernama ECHA (maaf ga tau nama lengkapnya..hehe)
dengan kakak panitia yang baik baik, yang sabar, menyenangkan, lucu, aku pikir acara ini sukses..
selamat yaa buat panitianya ^_^
semoga tahun depan bisa jadi panitia juga,, aminn...



yakkkk
ini dia temen temen di kampus biru..
sebenernya temen banyak,, huehehe tapi ini yang paling deket..
kemana mana bareng,, makan bareng, keluar kelas bareng, istirahat bareng.. pokonya semua bareng..
kalo ada yang belom dateng cariin bangku (kaya anak SMA sih) tapi yaa begitulah adanya..hehehe
ga ada mereka ga rame..huahaha

Rabu, 16 Maret 2011

Macam-macam Malware

Macam-macam ”malware” atau ”malcode”

Ada beberapa nama atau tipe selain virus yang mampu merusak seluruh jenis perangkat lunak yang dikenal di dunia komputer antara lain: Virus, Worm, Wabbit, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Backdoor, Dialer, Exploit dan rootkit. Perbedaan nama-nama disesuaikan dengan jenis pengrusakan yang dilakukannnya pada sebuah PC. Berikut nama-nama malware/malcode yang terbagi dalam beberapa golongan.antara lain:


1.Virus

Istilah ini memang paling banyak disebut orang apabila komputernya mengalami gangguan. Tipe malware ini memiliki kemampuan mereproduksi diri sendiri yang terdiri dari kumpulan kode yang dapat memodifikasi target kode yang sedang berjalan, atau dapat pula memodifikasi struktur internal target kode, sehingga target kode sebelum berjalan dipaksa menjalankan virus. Target utamanya biasanya file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM, dan VBS. beberapa file dokumen sering kali dijadikan sarang untuk penyebarannya ke komputer lain. Macam virus masih dapat dibagi lagi dalam beberapa kategori.

Boot virus, yakni virus yang berada di boot sector. Jika komputer dinyalakan, sebuah inisial program di boot sector akan dijalankan. File virus adalah virus yang menginfeksi executable program. Multipartite virus adalah virus yang menginfeksi boot sector dan file. Macro virus adalah virus dengan target sasaran file dokumen seperti Microsoft Excel atau Word. Ia akan memulai menginfeksi bila program aplikasi membaca dokumen yang berisi macro.

2. Worm

Sering disebut cacing, adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk penyebarannya, tidak seperti tipe virus yang menjadikan file dokumen sebagai sarang penyebaran. Namun, perbedaan yang paling mendasar dari worm dan virus adalah, apakah menginfeksi target kode atau tidak. Virus menginfeksi target kode, tetapi worm tidak. Worm hanya ngendon di memori dan mampu memodifikasi dirinya sendiri. Targetnya kebanyakan hanya memori komputer. Namun, malware ini juga mampu memblok akses ke situs antivirus, serta mematikan fitur keamanan di sistem operasi.

3. Wabbit

Diprogram untuk memakan sumber daya yang banyak pada sebuah sistem operasi menjadikan malware wabbit mampu membuat komputer menjadi lambat. Berbeda dengan worm yang penyebarannya ke komputer lain melalui jaingan, wabbit justru lebih merusak komputer lokal dengan cara menggandakan dirinya secara terus-menerus. Hasil penggandaan itulah yang membuat sistem operasi jadi ”loyo”.

4. Keylogger
Jika malware ini telah terinstal di komputer, apa yang kita tekan di keyboard semuanya bakal terekam. Diprogram lebih mirip mata-mata. Alhasil, segala informasi penting bisa kebobolan seperti username, password, dan informasi lainnya. Bahayanya lagi, jika kita melakukan transaksi melalui e-banking dan tanpa disadari kita memasukkan nomor PIN atau bahkan nomor rekening tabungan kita, walaupun sistem enkripsi sudah diterapkan oleh website yang bersangkutan, terbukti malware ini mampu merekamnya.

5. Browser Hijacker

Malware ini punya kemampuan mengacaukan/membelotkan alamat website yang kita tuju ke alamat yang tidak kita inginkan. Selain itu, malware ini pun mampu menambahkan bookmark, mengganti homepage serta mengubah pengaturan browser. Nah, browser yang sering jadi incaran para cracker di sini adalah browser yang paling banyak digunakan yaitu internet explorer bawaan Windows. Namun, tidak menutup kemungkinan browser lainnya seperti Opera, Firefox, dan yang lainnya bakal jadi sasaran para cracker.

6. Trojan horse

Berbeda dengan virus, trojan horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya, atau Trojan horse itu sendiri ber-"lagak" sebagai utility program yang dijadikan tunggangan malware lain macam virus, worm wabbit, dan spyware.

Trojan horse masih dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, DOS trojan horse, yang berjalan di DOS. Ia mengurangi kecepatan komputer atau menghapus file pada hari atau situasi tertentu. Kedua, Windows trojan horse, dijalankan pada sistem Microsoft Windows. Jumlah Windows trojan horse terus meningkat dan digunakan sebagai program untuk hacking dengan tujuan jahat yang dapat mengoleksi informasi dari komputer yang tersambung internet.

7. Spyware

Tahu cara kerja agen rahasia? Itulah tujuan yang dilakukan oleh pembuat program malware ini. Programnya diinstal secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Program ini sebagai bagian dari perangkat lunak lain, seperti perangkat lunak sharing musik yang diperoleh melalui download. Setelah terinstal, selanjutnya program ini akan mengamati aktivitas komputer secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Sebagian besar spyware mencoba membuat pengguna untuk membuka halaman iklan dan atau halaman web lain. Beberapa spyware juga mengirim informasi mengenai pengguna komputer ke komputer lainnya di internet.

8. Backdoor

Berdasarkan cara kerja dan perilaku penyebarannnya, malware ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama mirip dengan trojan. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak tersebut diinstal mereka menyebar. Yang kedua mirip dengan worm. Backdoor dalam kelompok ini dijalankan sebagai bagian dari proses root. Backdoor mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi dan mendistribusikan serangan distributed denial of service (Ddos).

9. Dialer

Jangan kaget kalau komputer yang baru kita nyalakan tiba-tiba mencoba menghubungkan diri ke internet, padahal tak ada satu pun perangkat komputer kita yang sengaja dihubungkan dengan internet. Nah, kalau kejadiannnya demikian, maka komputer kita telah terinfeksi malware jenis dialer.

Malware ini mampu mengganti nomor penyedia layanan internet yang bisa dihubungi dengan nomor penyedia layanan internet lain. Maksud dan tujuannya tentu saja mengirimkan segala informasi yang didapat oleh keylogger, spyware, atau malware lain ke seseorang yang mempunyai tujuan tertentu. Selain itu, penyedia jasa telepon juga akan sangat diuntungkan dengan adanya koneksi paksaan tersebut.

10. Exploit dan rootkit

Kedua perangkat ini bisa dibilang malware bisa pula tidak. Kenapa begitu? Penjelasannya kira-kira begini. Exploit adalah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan. Memang ada badan peneliti yang bekerja sama dengan produsen perangkat lunak. Peneliti itu bertugas mencari kerapuhan dari sebuah perangkat lunak dan kalau mereka menemukannya, mereka melaporkan hasil temuan ke si produsen agar si produsen dapat mengambil tindakan. Namun begitu exploit kadang menjadi bagian dari suatu malware yang bertugas menyerang kerapuhan keamanan.

Berbeda dengan exploit yang secara langsung menyerang system, rootkit tidak demikian. Rootkit dimasukkan ke dalam komputer oleh penyerang setelah computer berhasil diambil alih. Rootkit berguna untuk menghapus jejak penyerangan, seperti menghapus log dan menyembunyikan proses malware itu sendiri. Rootkit juga bisa mengandung backdoor agar di hari depan nanti, si penyerang bisa kembali mengambil alih system. Rootkit ini sulit di deteksi, pasalnya rootkit ditanam pada system operasi di level kernel, level inti sistem operasi.

Cara terbaik yang bisa diandalkan untuk mendeteksi ada tidaknya rootkit di komputer adalah dengan mematikan komputer dan boot ulang tidak dengan harddisk melainkan dengan media lain seperti CD-ROM atau disket USB. Rootkit yang tidak berjalan tak dapat bersembunyi dan kebanyakan antivirus dapat mengidentifikasikannya.

Produsen perangkat keamanan biasanya telah mengintegrasikan pendeteksi rootkit di produknya. Meskipun rootkit di menyembunyikan diri selama proses pemindaian berjalan, antivirus masih bisa mengenalinya. Juga bila rootkit menarik diri dari system untuk sementara, antivirus tetap dapat menemukannya dengan menggunakan deteksi “sidik jari” alias byte unik dari rootkit. Rootkit memang cerdik. Dia bisa menganalisis proses-proses yang sedang berjalan. Andai ia mencurigai suatu proses sebagai tindak tanduk antivirus, ia bisa menyembunyikan diri. Ketika prose situ selesai, ia aktif kembali.

Ada beberapa program yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya rootkit pada system. Rootkit detector kit, chkrootkit dan Rkhunter adalah contoh yang bisa digunakan.

Selasa, 15 Maret 2011

Malware


Malware (untuk "malicious software" yang dalam bahasa Indonesia adalah Perangkat Perusak) adalah setiap program atau file yang berbahaya bagi pengguna komputer. Perangkat perusak mencakup virus komputer, cacing komputer, kuda Troya (Trojan horse), kebanyakan kit-akar (rootkit), perangkat pengintai (spyware), perangkat iklan (adware) yang takjujur, perangkat jahat (crimeware) dan perangkat lunak lainnya yang berniat jahat dan tidak diinginkan. Menurut undang-undang, perangkat perusak kadang-kadang dikenali sebagai ‘pencemar komputer’; hal ini tertera dalam kode undang-undang di beberapa negara bagian Amerika Serikat, termasuk California dan West Virginia.
Kelaziman perangkat perusak sebagai wahana bagi kejahatan Internet terancang, bersama dengan ketakmampuan pelantar pemburu perangkat perusak biasa untuk melindungi sistem terhadap perangkat perusak yang terus menerus dibuat, mengakibatkan penerapan pola pikir baru bagi perniagaan yang berusaha di Internet – kesadaran bahwa pihak perniagaan tetap harus menjalankan usaha dengan sejumlah pelanggan Internet yang memiliki komputer berjangkit. Hasilnya adalah penekanan lebih besar pada sistem kantor-belakang (back-office systems) yang dirancang untuk melacak kegiatan penipuan dalam komputer pelanggan yang berkaitan dengan perangkat perusak canggih. Malware mencakup virus,worm,trojan horse, sebagian besarrootkit,spyware adware yang tidak jujur, serta software-software lain yang berbahaya dan tidak diinginkan oleh pengguna PC. Berdasarkan sifat dan tujuannya, malware dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah malware yang menginfeksi komputer, yakni virus dan worm. Kelompok kedua adalah malware yang bersembunyi (bergerilya) di dalam komputer, antara lain trojan horse, rootkit, danbackdoor. Sedangkan kelompok ketiga adalah malware yang mencari sekaligus mencuri keuntungan, yaitu spyware, adware yang tidak jujur,botnet keystroke logger, dan dialer.

Malware Penginfeksi
Ini adalah jenis malware yang paling populer, virus dan worm. Keduanya dikenal dari cara penyebarannya ketimbang perilaku khususnya. Istilah virus komputer digunakan untuk menamai program yang telah menginfeksi file executable Bila file yang telah terinfeksi ini dijalankan (dieksekusi), maka ia akan menyebarkan virus yang telah menginfeksinya kepada file executable lain. Virus juga bisa mengandung muatan yang menjalankan tindakan lain yang biasanya bersifat merusak, seperti menyembunyikan atau bahkan menghapus file-file tertentu. Berbeda dengan virus yang menyerang file executable, worm adalah program yang secaraaktif mengirimkan dirinya sendiri dalam sebuah jaringan (termasuk Internet) untuk menginfeksi komputer lain. Sama seperti virus, worm juga bisa mengandung muatan tertentu, yang biasanya bersifat merusak. Dari defiNisi di atas, kita dapat mengetahui bahwa untuk menyebarkan dirinya, virus membutuhkan intervensi pengguna, sementara worm dapat melakukannya sendiri. Melihat sifat penyebarannya, file terinfeksi yang di kirimkan melalui e-mail atau yang menjangkiti dokumen Microsoft Word, misalnya, dikategorikan virus dan bukan worm.

Malware Gerilya
Agar tujuannya tercapai, sebuah program berbahaya harus bekerja tanpa gangguan dari pengguna atau administrator komputer (baik dihapus ataupun dimatikan). Untuk keperluan tersebut, malware bergerilya dengan menyamar sebagai program baik-baik sehingga pengguna tanpa ragu meng- instalnya di PC mereka. Hampir semua program cracker atau key generator yang disebarkan di website websitehacker, mengandung malware yang bergerilya. Teknik seperti ini dikenal dengan nama trojan horse. Secara luas, trojan horse adalah setiap program yang mengundang pengguna untuk menjalankannya, namun menyembunyikan muatan yang bisa merusak atau berbahaya. Dampak dari muatan berbahaya ini bisa terjadi secara langsung, dan mengakibatkan kerusakan pada sistem komputer, seperti penghapusan ? le-? le penting. Trojan horse yang dikenal sebagai dropper misalnya, digunakan oleh pembuatnya untuk menyebarkan worm di jaringan komputer lokal pengguna. Metode trojan horse juga merupakan saah satu cara yang paling umum digunakanuntukmenyebarkan spyware. Teknik untuk menyembunyi kan diri dari pantauan pengguna dikenal dengan nama rootkit, yang me-modifi kasi host pada operating system. Trojan horse juga dapat digunakan untuk menginstalbackdoor, metode untuk melewati prosedur otentikasi normal. Ide ini berasal dari kebiasaan pabrik-pabrik komputer yang meng- instal backdoor pada produk keluaran mereka, untuk menyediakan bantuan teknis bagi para pelanggan. Backdoor ini disalahgunakan oleh para hacker untuk mengakses komputer korban dari jarak jauh, tanpa diketahui oleh pengguna atau pemilik komputer.

Malware Pencuri
Seiring dengan bertumbuhnya aktivitas ekonomi di dunia maya, para hacker mulai mengalihkan tujuannya menjadi mencari (baca: mencuri) keuntungan. Pada awal 2000-an, mereka mulai menyebarkan malware-malware yang bertugas mengintai, mencatat, dan melaporkan aktivitas pengguna komputer di dunia maya. Malware yang bermotif ekonomi ini dikenal dengan sebutan umum spyware. Untuk menyebarkan spyware, para hacker menggunakan berbagai cara. Selain cara klasik melalui trojan horse, spyware juga disebarkan melalui worm, spam, dan bot-bot di IRC (botnet). Beberapa spyware juga menginstal keystroke logger yang mencatat setiap ketukan pada keyboard pengguna –biasanya digunakan untuk mencatatpassword dan nomor kartu kredit korban.

Tujuan

Banyak perangkat lunak awal yang berjangkit (termasuk cacing Internet pertama dan sejumlah virus MS-DOS) ditulis sebagai percobaan atau lelucon nakal (prank) yang biasanya tidak ada maksud berbahaya atau hanya menjengkelkan dan tidak menyebabkan kerusakan parah bagi komputer. Di beberapa kasus, pencipta perangkat lunak tersebut tidak menyadari seberapa dalamnya kerugian yang didapatkan pengguna oleh karena ciptaan mereka. Para pemrogram muda yang belajar mengenai virus dan teknik yang digunakan untuk menulisnya, semata-mata belajar untuk membuktikan kemampuan atau untuk melihat seberapa jauhnya perangkat lunak tersebut dapat menyebar. Hingga akhir tahun 1999, virus yang tersebar luas seperti virus Melissa tampaknya ditulis hanya sebagai lelucon nakal.
Tujuan yang lebih ganas yang berhubung dengan pencontengan dapat ditemukan dalam perangkat lunak yang dirancang untuk mengakibatkan kerusakan atau kehilangan data. Banyak virus DOS, dan cacing komputer Windows ExploreZip, dirancang untuk menghancurkan berkas-berkas dalam cakram keras, atau untuk merusak sistem berkas dengan menulis data yang takberlaku (invalid). Cacing bawaan-jejaring seperti cacing 2001 Code Red atau cacing Ramen, dimasukkan ke dalam kelompokan yang sama. Dirancang untuk menconteng halaman web, cacing komputer ini mungkin kelihatan sama dengan kaitkata coret-moret (graffiti tag), dengan nama samaran pengarang atau kelompok berkait (affinity group) yang bermunculan ke mana pun cacing itu pergi.
Namun, sejak peningkatan akses Internet jalur lebar, perangkat perusak lebih berniat jahat dan semakin dirancang untuk tujuan keuntungan, ada yang sah (periklanan yang dipaksakan) dan ada yang tidak (pidana). Sebagai contoh, sejak tahun 2003, sebagian besar virus dan cacing komputer yang tersebar luas telah dirancang untuk mengambil alih komputer pengguna untuk pembobolan pasar gelap.[rujukan?] 'Komputer berjangkit' (zombie computers) dapat digunakan untuk mengirim surel sampah (e-mail spam), untuk menginduk (host) data selundupan seperti pornografi anak-anak[9], atau untuk terlibat dalam serangan nafi layanan tersebar (distributed denial-of-service) sebagai bentuk pemerasan.
Kelompokan yang lain mengenai perangkat perusak yang hanya memiliki tujuan keuntungan telah muncul dalam bentuk perangkat pengintai – perangkat lunak yang dirancang untuk memantau penelusuran web pengguna, menampilkan iklan-iklan yang tidak diminta, atau mengalihkan pendapatan pemasaran berkait (affiliate marketing) kepada pencipta perangkat pengintai. Perangkat pengintai tidak menyebar seperti virus dan biasanya terpasang melalui pembobolan 'lubang' keamanan atau termasuk dengan perangkat lunak yang dipasang oleh pengguna seperti aplikasi rekan ke rekan (peer-to-peer).

Sejarah Malware

Sejarah malware
Pada awalnya
Pada tahun 1949, Von Neumann menemukan Teori Self-Reproducing Automata, dimana dia mempresentasikan untuk pertama kalinya kemungkinan mengembangkan program pengganda kecil yang mampu mengendalikan program lain. Dapat dibayangkan apabila cara ini digunakan untuk tujuan tidak baik, seperti Virus komputer, program yang menggandakan diri sebanyak mungkin, sehingga mampu meningkatkan populasi secara eksponensial.
Pada tahun 1959, di Bell Computer’s laboratorium, tiga programmer muda: Robert Thomas Morris, Douglas Mcllroy dan Victor Vysottsky menciptakan sebuah permainan yang disebut CoreWar, permainan ini berdasarkan teori Von Neumann, dimana program dari permainan ini bersaing satu dengan yang lain, berusaha menguasai sebanyak-banyaknya memori pada komputer lawan. Permainan ini dianggap sebagai cikal bakal kemunculan virus komputer.
Pada tahun 1972, Robert Thomas Morris menciptakan virus pertama yang hingga saat ini dikenal dengan sebutan Creeper, yang mampu menginfeksi komputer IBM 360 pada jaringan ARPANET (cikal bakal Internet) dan menampilkan pesan “I’m the creeper, catch me if you can”. Untuk menghilangkan itu, diciptakan virus Reaper yang bertugas untuk mencari Creeper dan menghancurkannya. Virus Reaper ini adalah cikal bakal program Antivirus yang kita pergunakan hingga saat ini.
Sepanjang tahun 1980, komputer jenis PC semakin populer, makin banyak orang yang mulai bereksperimen dengan program buatan mereka sendiri. Pada tahun 1981, muncul orang yang secara serius mengembangkan virus dan menyebarluaskannya, yaitu Richard Skrenta. Virus yang dinamai Elk Cloner tersebut akan menampilkan sebuah puisi setelah sebelumnya merestart 50 kali komputer yang diinfeksinya.
Pada tahun 1984, Frederick B. Cohen memperkenalkan istilah virus komputer, yang didefinisikan sebagai “sebuah program yang dapat ‘menginfeksi’ program lain dengan memodifikasi mereka dan menggandakan dirinya sendiri“.
Pada 1987, Virus yang mampu menginfeksi dua jenis file .COM dan .EXE ditemukan di universitas Hebrew Israel dan menjadi salah satu virus yang terkenal dalam sejarah. Virus ini bernama Jerusalem dan masih memiliki kesalahan (bug) yang menyebabkan virus menginfeksi ulang (reinfection) file yang telah terinfeksi sebelumnya. Pada tahun ini pula virus Stoned dan Vienna ditemukan, virus Stoned mampu menginfeksi MBR (Master Boot record) dan dibuat oleh seorang pelajar di universitas Wellington New Zealand, sedangkan virus Vienna dibuat oleh seorang pelajar menengah di Austria.
Pada 1989, Kemunculan virus dari Bulgaria bernama Dark Avenger dibuat oleh seseorang yang mengaku dirinya Dark Avenger. Virus ini merupakan jenis virus yang menyerang antivirus. Pada tahun ini pula virus yang menginfeksi file .EXE dengan kemampuan stealth ditemukan, virus ini bernama Frodo dan akan melakukan perusakan hardisk apabila virus berjalan setelah tanggal 22 September setiap tahunnya.
Pada 1991, Virus Indonesia pertamakali ditemukan, virus ini bernama Den Zuko dan terdapat 2 varian. Virus ini dibuat oleh Denny Yanuar Ramadhani dari Bandung Indonesia. Virus ini mampu menghapus (disinfect) disk yang telah terinfeksi oleh virus Brain. Hal ini menjadi bukti adanya virus komputer yang menyerang virus komputer lain. Pada tahun ini pula Virus bernama Tequila lahir, virus ini memiliki kemampuan Stealth, Polymorphic, Multipartition dan juga anti-antivirus.
Pada 1992, Virus boot sector dengan nama Michelongelo berhasil menginfeksi lebih dari 5 juta komputer di seluruh dunia. Pada tahun ini pula VCL (Virus Creation Laboratory) pertama kali tercipta,.VCL merupakan tool kit yang dapat untuk membuat virus komputer secara instan, artinya virus bisa dibuat oleh siapa saja tanpa membutuhkan pengetahuan pemrograman dari pembuatnya.
Tahun 1994, Virus dengan nama Pathogen muncul di Inggris. Virus ini memiliki kemampuan polymorphic, dibuat oleh seorang yang mengaku bernama Black Baron, sang pembuat berhasil tertangkap dan dipenjara.
Tahun 1995, Virus makro tercipta yang pada waktu itu mulai menginfeksi dokumen jenis Microsoft Word.
Pada tahun 1996, Virus makro yang menginfeksi file-file office Word dan Excel tercipta.
Pada 1997, Terdapat kurang lebih 12000 virus baru tercipta dan tersebar di seluruh dunia.
Pada 1998, Virus benama StrangeBrew membuktikan akan virus yang mampu menginfeksi file Java. Java sendiri merupakan platform yang pernah di bangga-banggakan akan predikat “bebas virus”-nya. Pada tahun ini pula dua anak umur belasan dari California berhasil membobol dan mengendalikan sekitar lebih dari 500 sistem komputer pemerintahan dan militer di Amerika.
Tahun 1999, Virus makro dengan nama W97M/Melissa hadir. Virus ini mampu menyebarkan dirinya melalui pesan elektronik (e-mail) dan berhasil menginfeksi kurang lebih 1 juta komputer di seluruh dunia. Di lain tempat virus CIH menyebar cukup pesat di Korea dan menyebabkan kerugian finansial kurang lebih US $ 250 juta, virus CIH sendiri merupakan virus yang memiliki kemampuan untuk merusak hardware dengan cara mengoverwrite BIOS.
Pada 2000, Virus ILOVEYOU (Love Bug) yang mirip dengan virus Melissa menyebar lewat email dan memilik aksi menghapus beberapa file multimedia seperti .MP3, .MP2 dll. Virus ini memiliki kemampuan untuk mencuri informasi berharga korban yang terinfeksi dan mengirimkan kepada pembuatnya.
Tahun 2001, Worm dengan nama CodeRed berhasil menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di seluruh dunia dan mengakibatkan kerugain sebesar kurang lebih US $ 2.5 Milyar.
Pada 2002, Pembuat virus W97M/Melissa tertangkap oleh pihak federal dan dikurung selama 20 bulan. Pada tahun ini pula muncul worm Bugbear yang memiliki beraneka macam tehnik infeksi dengan beberapa metode yang kompleks dan juga kelahiran worm Nimda (merupakan aksara terbalik dari kata “Admin”) dan Klez.
Tahun 2003, Merupakan tahun kejayaan worm. Worm dengan nama Slammer tercipta dan berhasil menginfeksi tidak kurang dari 75.000 komputer di seluruh dunia dalam waktu 10 menit setelah tercipta. Worm ini memiliki kecepatan reproduksi dan penyebaran tercepat yaitu 8.5 detik/worm. Pada tahun ini pula worm Sobig lahir dan merupakan worm yang mampu melakukan aktifitas spam besar-besaran, setiap e-mail yang dikirimkan akan memiliki nama pengirim \n big@boss.com This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , worm yang memiliki pangkat MM (Mass mailer) ini telah mengakibatkan kerugian ekonomi sebesar US $ 29.7 Miliar. Belum lagi selesai terror worm Sobig, muncul lagi worm Blaster yang menyerang servis RPC (Remote Procedure Call) pada sistem operasi Windows, worm yang pernah membuat pihak Microsoft kalang kabut ini memiliki kecepatan penyebaran 4000 infeksi/jam.
Tahun 2004, Worm dengan nama MyDoom merajai pervirusan dunia dengan tingkat infeksi yang tinggi dan menguasai 30% bandwidth yang digunakan internauts (pengguna internet) di seluruh dunia. Worm yang menyandang rating high risk dari beberapa vendor antivirus ini memiliki daya hancur yang lebih hebat dari worm Sobig dan Welchia, selain itu worm ini juga melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) ke situs www.sco.com dan www.microsoft.com dan juga memblok beberapa situs antivirus.
Pada tahun 1999, Happy worm, yang dikembangkan oleh Spanska, memulai sebuah tren baru dalam malware yang terus berkembang hingga saat ini, yakni pengiriman worm melalui email.
Pada tahun 2000 infeksi yang cepat dan besar-besaran oleh Virus LoveLetter (I love you) terjadi membabi buta di seluruh dunia. Worm ini juga menyebar melalui email dan menggunakan teknik social engineering untuk mengelabui pengguna komputer. Ini adalah awal dari era epidemi berskala besar, yang mencapai puncaknya pada tahun 2004.
Pada tahun ini jugalah bermunculan banyak jenis worm seperti Mydoom, Netsky, Sasser, atau Bagle. Ini adalah tahun terburuk dengan kemunculan berbagai jenis epidemi, tetapi anehnya, juga yang terakhir. Para pencipta Malware mulai menyadari bahwa kemampuan mereka bisa dipergunakan untuk lebih dari sekedar menjadi berita utama, mereka juga bisa menghasilkan banyak uang dengan itu.
Perubahan Tujuan
Pada tahun 2005, penjahat cyber mulai menyadari bahwa penciptaan malware bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.
Di antara yang paling menguntungkan adalah jenis yang disebut Banker Trojans.
Malware jenis ini dirancang untuk mencuri rahasia detail, khususnya yang berkaitan dengan online banking, dan sering disebarkan melalui eksploits, spam atau malware lain yang men-download Trojan ke komputer pengguna online banking.
Ancaman laten lain yang berkaitan dengan malware adalah adanya spyware dan adware, di mana beberapa perusahaan pembuat software mempergunakan aplikasi ini untuk memonitor aktivitas internet penggunanya.
Saat ini, seiring dengan populernya penggunaan ponsel dan perangkat mobile lainnya, merekapun tak luput dari incaran industri malware. Tahun 2004 Cabir.A dan ComWar.A pertama kali muncul dan dirancang dengan sasaran perangkat ini. ComWar.A tidak hanya menyebar melalui Bluetooth tetapi juga melalui pesan MMS, penyebaran dilakukan terhadap daftar kontak pada perangkat sang korban. Hingga saat ini malware banyak dirancang untuk korban dengan platform yang umum dan banyak digunakan, diantaranya: Symbian, PocketPC, Palm, dll. Dengan metode penyebaran melalui SMS, MMS, IrDA, Bluetooth, dan lain-lain.
Hingga saat ini, sistem operasi yang paling sering dijadikan sasaran virus adalah Windows 32-bit. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pencipta malware telah melihat potensi keuangan untuk kegiatan mereka dan Windows menguasai 90 persen dari pasar yang ada, sehingga mudah ditebak mengapa mereka fokus pada Windows. Selain itu pengguna Linux dan Macintosh umumnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan cukup mengenai komputer, sehingga mereka tidak gampang dikelabui.

Perangkat Perusak



Penyelubungan: kuda Troya, kit-akar dan pintu belakang
Perangkat lunak berniat jahat hanya dapat mencapai tujuannya sewaktu komputer tidak ditutup mati, atau tidak dihapus oleh penggu
na atau pengurus komputer. Penyelubungan juga dapat membantu pemasangan perangkat perusak. Bila perangkat lunak berniat jahat menyamar sebagai sesuatu yang diinginkan dan tidak berbahaya, pengguna dapat dicobai untuk memasangnya tanpa mengetahui apa yang dilakukannya. Inilah cara penyeludupan 'kuda Troya' atau 'Troya'.
Secara umum, kuda Troya adalah perangkat lunak yang mengundang pengguna untuk menjalankannya, dan menyembunyikan muatan yang merusak atau berniat jahat. Muatan dapat memengaruhi sistem secara langsung dan dapat mengakibatkan banyak efek yang tidak dikehendaki, misalnya menghapus berkas-berkas pengguna atau memasang perangkat lunak yang tidak dikehendaki atau jahat secara berlanjut. Kuda Troya yang dikenal sebagai virus penetes (dropper) digunakan untuk memulai wabah cacing komputer, dengan memasukkan cacing ke dalam jejaring setempat pengguna (users' local networks).
Salah satu cara penyebaran perangkat pengintai yang paling umum adalah sebagai kuda Troya, dibungkus dengan perangkat lunak yang diinginkan yang diunduh oleh pengguna dari Internet. Jika pengguna memasang perangkat lunak ini, perangkat pengintai juga akan dipasang secara siluman. Penulis perangkat pengintai yang berusaha bertindak seperti cara yang sah mungkin memasukkan perjanjian hak izin pengguna akhir (end-user license agreement) (EULA) yang menyatakan tingkah laku perangkat pengintai dalam istilah yang longgar, biasanya tidak dibaca atau dipahami oleh pengguna.
Sesudah perangkat lunak berniat jahat terpasang pada suatu sistem, perangkat tersebut harus tetap tersembunyi untuk menghindari pelacakan dan pembasmian. Cara ini sama apabila penyerang manusia memecah masuk ke dalam komputer secara langsung. Teknik yang dikenal sebagai kit-akar memperbolehkan penyelubungan ini. Caranya, mengubah sistem operasi induk (host operating system) supaya perangkat perusak selalu tersembunyi dari pengguna. Kit-akar dapat mencegah proses berbahaya untuk tidak terlihat dalam daftar pros
es sistem, atau menyimpan berkas-berkas untuk tidak bisa dibaca. Pada awalnya, kit-akar dipasang oleh penyerang manusia pada sistem Unix di mana penyerang telah mendapatkan akses pengurus (administrator (root) access). Saat ini, istilah ini biasanya digunakan bagi langkah utama penyelubungan dalam perangkat lunak berniat jahat.
Beberapa perangkat lunak berniat jahat berisi langkah tindakan untuk mempertahankan dirinya dari peniadaan (removal): bukan sekadar menyembunyikan dirinya sendiri, tetapi untuk mencoba menghalaukan peniadaannya. Contoh awal kelakuan seperti ini tertera dalam kisah "Jargon File" (takarir [glossary] bahasa gaul peretas), mengenai sepasang perangkat lunak yang menjangkiti sistem perkongsian waktu (timesharing) CP-V Xerox:
Setiap tugas-siluman bertugas untuk melacak perangkat perusak lainnya yang telah terbunuh, dan akan memulai menyalin perangkat lunak yang baru saja dihentikan dalam beberapa milidetik. Satu-satunya cara untuk membunuh kedua perangkat lunak hantu adalah untuk membunuh keduanya secara serentak (sangat sulit) atau dengan sengaja memacetkan sistem.
Teknik yang sama digunakan oleh beberapa perangkat perusak modern, di mana perangkat perusak memulai sejumlah proses yang memantau dan memulihkan satu dengan yang lain dengan seperlunya.
Pintu belakang
merupakan satu cara untuk melewati langkah-langkah penyahihan biasa (normal authentication procedures). Apabila sistem telah menjadi rawan (melalui salah satu cara di atas, atau dengan cara yang lain), satu atau lebih dari satu pintu belakang mungkin akan dipasang, secara beruntun. Pintu belakang juga dapat dipasang sebelum perangkat lunak berniat jahat dipasang, supaya penyerang komputer bisa masuk.
Ada banyak pendapat yang menyangka bahwa pengilang komputer memasang sedia pintu belakang pada sistem mereka untuk menyediakan dukungan teknis bagi pelanggan, tetapi hal ini tidak pernah terbukti dengan yakin. Para perengkah (crackers) biasanya menggunakan pintu belakang untuk mendapatkan akses jauh (remote access) pada komputer, dengan sementara mencoba untuk tetap menyembunyikan dirinya dari pemeriksaan sederhana. Untuk memasang pintu belakang para perengkah dapat menggunakan kuda Troya, cacing komputer, atau cara-cara lain.
Perangkat perusak bertujuan keuntungan: perangkat pengintai, jaringan-mayat, perekam ketikan dan pemutar-nomor
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, perangkat lunak berniat jahat biasanya diremehkan sebagai bentuk pencontengan atau lelucon nakal belaka. Baru-baru ini, sebagian besar perangkat perusak telah ditulis dengan tujuan keuangan atau keuntungan. Ini boleh dianggap bahwa penulis perangkat perusak memilih untuk mendapatkan uang dari hak kendali mereka terhadap sistem yang terjangkiti: menyalahgunakan hak kendali mereka untuk memperoleh pendapatan.
Perangkat pengintai dibuat secara dagangan bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang pengguna komputer, menampilkan iklan sembul sendiri (pop-up ad), atau mengubah tingkah laku penjelajah web demi keuntungan pencipta perangkat tersebut. Misalnya, beberapa perangkat pengintai mengalihkan hasil dari mesin pencari pada iklan-iklan yang dibayari (paid advertisement). Contoh lain yang sering dikenal sebagai 'perangkat pencuri (stealware)' oleh media, menulis tindih (overwrite) kode pemasaran berkait supaya pendapatan disalurkan kepada pencipta perangkat pengintai dan bukan penerima sepatutnya.
Perangkat pengintai kadang kala dipasang sebagai salah satu bentuk kuda Troya. Perbedaannya, para pencipta menampakkan diri mereka secara terbuka sebagai perniagaan. Misalnya, menjual ruang periklanan (advertising space) pada iklan sembul sendiri yang dibuat oleh perangkat perusak. Kebanyakan perangkat lunak seperti ini menampilkan perjanjian hak izin pengguna akhir (EULA) kepada pengguna yang kononnya melindungi pencipta dari pendakwaan di bawah undang-undang pencemar komputer. Namun, EULA milik perangkat pengintai tidak pernah ditegakkan dalam pengadilan.
Satu cara lain pencipta perangkat perusak mendapatkan keuntungan dari jangkitan mereka adalah untuk menggunakan komputer yang dijangkiti mereka untuk melakukan tugas-tugas bagi pencipta perangkat tersebut. Komputer yang terjangkiti ini digunakan sebagai wakil terbuka (open proxy) untuk mengirimkan pesan sampah (spam). Dengan menggunakan komputer yang dijangkiti, jati diri pengirim pesan sampah tidak dapat dikenali, melindungi mereka dari pendakwaan. Pengirim pesan sampah turut menggunakan komputer pribadi yang dijangkiti untuk menyasar lembaga pencegah pesan sampah dengan serangan nafi layanan tersebar.
Untuk menyelaraskan kegiatan komputer-komputer yang terjangkiti, para penyerang menggunakan sistem penyelaras yang dikenal sebagai jaringan-mayat (zombie network/botnet). Di dalam sebuah jaringan-mayat, perangkat perusak memasuk-sesi (log-in) ke dalam saluran Saling Bual Internet (Internet Relay Chat) atau sistem obrol (chat) yang lain. Penyerang kemudian dapat memberikan petunjuk pada semua sistem yang terjangkiti secara serentak. Jaringan-mayat juga dapat digunakan untuk menyalurkan perangkat perusak yang sudah dimutakhirkan pada sistem yang terjangkiti, supaya tetap kebal terhadap perangkat lunak pencegah virus atau langkah-langkah keamanan lainnya.
Pencipta perangkat perusak juga dapat memperoleh keuntungan dengan mencuri informasi yang peka. Beberapa perangkat lunak memasang perekam ketikan (keylogger), yang menangkap ketikan saat pengguna mengetik kata sandi, nomor kartu kredit atau informasi lain yang dapat dibobol. Kemudian, informasi yang didapati ini dikirim ke pencipta perangkat perusak secara otomatis, sehingga penipuan kartu kredit dan pencurian lainnya dapat dilaksanakan. Demikian pula, perangkat perusak juga dapat menyalin kunci cakram padat atau kata sandi untuk permainan daring (online games). Hal ini memungkinkan pencipta untuk mencuri rekening atau barang-barang maya (virtual items).
Satu cara lain untuk mencuri uang dari komputer yang terjangkiti adalah untuk mengambil alih modem putar-nomor (dial-up) dan memutar-nomor panggilan yang mahal. Pemutar-nomor (dialer) atau pemutar-nomor yang cabul (porn dialer) memutar-nomor panggilan berbiaya tinggi (premium-rate) seperti "nomor 900" di A.S. dan meninggalkan sambungan terbuka, menagih biaya sambungan kepada pengguna yang terjangkiti.
Perangkat perusak yang mencuri data
Perangkat perusak yang mencuri data adalah ancaman jejaring yang melepaskan informasi pribadi dan informasi milik perorangan (proprietary information) untuk mendapatkan uang dari data yang tercuri, yaitu melalui penggunaan langsung atau penyebaran gelap. Ancaman keamanan isi kandungan yang terlingkup dalam istilah payung (umbrella term) ini mencakup perekam ketikan, pencakar layar (screen scraper), perangkat pengintai, perangkat iklan, pintu belakang dan jaringan-mayat. Istilah ini tidak merujuk kepada kegiatan-kegiatan seperti pengiriman pesan sampah, pengelabuan (phishing), peracunan DNS, penyalahgunaan SEO, dll. Namun, saat ancaman-ancaman ini terdapat dari pengunduhan berkas atau pemasangan langsung – seperti banyak serangan lainnya yang bersasaran ganda – berkas yang bertindak sebagai perantara bagi informasi wakil (proxy information), digolongkan sebagai perangkat perusak yang mencuri data.
Ciri-ciri perangkat perusak yang mencuri data
Tidak meninggalkan jejak apa pun
• Perangkat perusak seperti ini biasanya disimpan di tembolok (cache) yang dibersihkan secara berkala.
• Dapat dipasang melalui ‘pengunduhan tanpa pengetahuan pengguna’ (drive-by download).
• Perangkat perusak seperti ini dan situs web yang menginduk (host) perangkat perusak tersebut biasanya hidup sementara atau berupa tipuan.
Seringkali berubah dan bertambah fungsinya
• Hal ini mempersulit perangkat lunak pencegah virus untuk melacak sifat muatan (payload) terakhir karena rangkaian unsur-unsur perangkat perusak berubah terus menerus.
• Perangkat perusak seperti ini menggunakan aras penyandian aman berkas ganda (multiple file encryption levels).
Menghalangi Sistem Pelacak Penerobosan (Intrusion Detection Systems [IDS]) sesudah pemasangan yang berhasil
• Tidak ada keanehan dengan jaringan yang dapat dilihat.
• Perangkat perusak seperti ini bersembunyi di dalam lalu lintas web.
• Lebih siluman dalam pemakaian lalu lintas dan sumber daya.
Menghalangi penyandian aman cakram (disk encryption)
• Data dicuri sewaktu pengawasandian aman (decryption) dan penayangan.
• Perangkat perusak seperti ini dapat merekam ketikan, kata sandi dan cuplikan layar (screenshot).
Menghalangi Pencegahan Hilangnya Data (Data Loss Prevention [DLP])
• Hal ini menyebabkan pelindung data untuk tidak berjalan dengan lancar dan mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam pengaitkataan (tagging) metadata, tidak semuanya dikaitkatakan.
• Pengacau dapat menggunakan penyandian aman untuk memangkal (port) data.
Contoh-contoh perangkat perusak yang mencuri data
• Bancos: pencuri informasi yang menunggu pengguna untuk membuka situs perbankan lalu mengalihkan halaman situs bank yang asli ke yang palsu untuk mencuri informasi yang peka.
• Gator: perangkat pengintai yang memantau kebiasaan penjelajahan web dengan rahasia, dan mengunggah (upload) data ke peladen untuk penyelidikan. Kemudian, menyajikan iklan sembul sendiri yang disasarkan (targeted pop-up ads).
• LegMir: perangkat pengintai yang mencuri informasi pribadi seperti nama akun dan kata sandi yang terkait dengan permainan daring.
• Qhost: kuda Troya yang mengubah berkas induk (hosts file) supaya data dapat dialihkan ke peladen DNS yang berbeda sewaktu situs perbankan dibuka. Kemudian, halaman masuk-sesi yang palsu terbuka untuk mencuri informasi masuk-sesi dari lembaga keuangan.
Peristiwa pencurian data oleh perangkat perusak
• Albert Gonzalez pernah dituduh karena mendalangi persekongkolan yang menggunakan perangkat perusak untuk mencuri dan menjual lebih dari 170 juta nomor kartu kredit pada tahun 2006 dan 2007 – penipuan komputer terbesar dalam sejarah. Perusahaan yang disasarkan adalah BJ’s Wholesale Club, TJX, DSW Shoe, OfficeMax, Barnes & Noble, Boston Market, Sports Authority dan Forever 21.
• Ada sebuah kuda Troya yang pernah mencuri lebih dari 1,6 juta simpanan data yang dimiliki oleh ribuan orang dari layanan cari kerja (job search service) Monster Worldwide Inc. Data yang tercuri tersebut disalahgunakan oleh penjahat maya (cybercriminals) untuk membuat surel pengelabuan berisi perangkat perusak tambahan yang disasarkan pada komputer pribadi melalui para pengguna Monster.com.
• Para pelanggan Hannaford Bros. Co, pasar swalayan waralaba yang berpangkal di Maine, pernah menjadi korban dari pelanggaran keamanan data yang melibatkan 4,2 juta kartu debit dan kredit berkemungkinan terbocor. Perusahaan ini telah terkena beberapa gugatan perwakilan kelompok (class-action lawsuit). [13]
• Kuda Troya Torpig pernah membocorkan dan mencuri informasi masuk-sesi dari sekitar 250.000 rekening bank daring maupun kartu kredit dan debit. Informasi lainnya seperti surel dan akun FTP dari beberapa situs web juga pernah dibocorkan dan dicuri.
Keringkihan terhadap perangkat perusak
Dalam maksud ini, ‘sistem’ yang sedang diserang dapat berupa dalam berbagai bentuk, misalnya komputer tunggal (single computer) dan sistem operasi, jejaring atau sebuah aplikasi.
Ada beberapa ciri yang memengaruhi keringkihan terhadap perangkat perusak:
• Keseragaman (Homogeneity) – Misalnya, ketika semua komputer dalam jejaring berjalan dengan sistem operasi yang sama, komputer yang menggunakan sistem operasi tersebut dapat dibobol.
• Kecacatan – perangkat perusak mendayagunakan kecacatan dalam reka bentuk sistem operasi (OS design).
• Kode yang tidak disahkan (Unconfirmed code) – kode dari cakram liuk, CD-ROM, atau peranti USB (USB device) mungkin dapat dilaksanakan tanpa persetujuan pengguna.
• Pengguna lewah keistimewaan (Over-privileged users) – beberapa sistem memperbolehkan pengguna untuk mengubahsuai susunan rangkaian dalaman (internal structures).
• Kode lewah keistimewaan (Over-privileged code) – beberapa sistem memperbolehkan kode yang dilaksanakan oleh pengguna, untuk dapat membuka segala hak pengguna tersebut.
Penyebab keringkihan jejaring yang sering dikutip adalah keseragaman atau keberagaman tunggal perangkat lunak (software monoculture).[15] Misalnya, Microsoft Windows atau Apple Mac mempunyai pangsa pasar yang begitu besar sehingga dengan bertumpu kepadanya, seorang perengkah dapat merusak sejumlah besar sistem. Sebaliknya, dengan memperkenalkan keanekaragaman (inhomogeneity/diversity), semata-mata demi kekukuhan, dapat meningkatkan biaya jangka pendek untuk pelatihan dan pemeliharaan. Namun, pemakaian beberapa simpul beragam (diverse nodes) dapat menghalangi penutupan mati jejaring secara keseluruhan, dan memungkinkan simpul tersebut untuk membantu pemulihan simpul yang terjangkiti. Pemisahan kelewahan (redundancy) fungsi seperti ini dapat menghindari biaya tutup mati dan keseragaman dari masalah "semua telur dalam satu keranjang".
Kebanyakan sistem berisi kutu, atau celah (loophole), yang dapat dimanfaatkan perangkat perusak. Contoh yang lazim digunakan adalah kelemahan luapan penyangga (buffer overflow weakness), di mana sebuah antarmuka yang dirancang untuk menyimpan data (dalam sebuah bagian kecil penyimpan data (memory)) memungkinkan perangkat lunak pemanggil untuk memasok lebih banyak data daripada yang dapat ditampung. Data tambahan ini kemudian menulis tindih susunan rangkaian bisa-laksana antarmukanya sendiri (melewati titik akhir penyangga dan data lainnya). Dengan cara ini, perangkat perusak dapat memaksa sistem untuk melaksanakan kode berbahaya, dengan mengganti kode yang sah dengan muatan perintahnya sendiri (atau nilai data) dan sesudah itu, kode tersebut disalin ke penyimpan data langsung pakai (live memory), di luar bagian penyangga.
Pada awalnya, komputer pribadi harus dimula-hidup dari cakram liuk, dan sampai akhir-akhir ini peranti tersebut masih menjadi peranti asali mula-hidup (default boot device). Hal ini menunjukkan bahwa cakram liuk yang cacat dapat merusak komputer saat pemulaan hidup, hal serupa juga dapat terjadi karena cakram padat. Meskipun kerusakan seperti ini jarang terjadi lagi, masih ada kemungkinan apabila seseorang lupa mengatur kembali setelan asali yang sudah diubah, dan ada kelainan jika BIOS membuat dirinya sendiri memeriksa mula-hidup dari peranti bisa-lepas (removable media).
Dalam beberapa sistem, pengguna biasa, bukan pengurus, mempunyai hak lewah istimewa yang terbawakan (over-privileged by design), dalam arti bahwa mereka diizinkan untuk mengubahsuai susunan rangkaian sistem. Dalam beberapa lingkungan, pengguna biasa mempunyai hak lewah istimewa karena mereka telah diberikan tingkat pengendalian pengurus atau tingkat setara meskipun seharusnya tidak. Ini hanya merupakan penetapan tatarajah (configuration). Akan tetapi, tatarajah asali pada sistem Microsoft Windows adalah untuk memberikan pengguna hak lewah istimewa. Keadaan ini ada karena penetapan yang dibuat oleh Microsoft untuk mengutamakan keserasian (compatibility) dengan sistem yang lebih lawas di atas tatarajah keamanan dalam sistem yang lebih baru[rujukan?] dan karena perangkat lunak khas (typical) tersebut dikembangkan tanpa mempertimbangkan pengguna dengan hak istimewa rendah (under-privileged users).
Dengan peningkatan salah guna hak istimewa, Microsoft Windows Vista terdesak untuk diluncurkan. Akibatnya, banyak perangkat lunak yang sudah ada mungkin akan menghadapi masalah keserasian dengan Windows Vista jika perangkat tersebut memerlukan kode lewah keistimewaan. Namun, ceciri Windows Vista User Account Control (Pengendalian Akun Pengguna Windows Vista) berupaya untuk memperbaiki perangkat lunak yang dirancang untuk pengguna dengan hak istimewa rendah melalui pemayaan (virtualization), yang berperan sebagai tonggak untuk menyelesaikan masalah keistimewaan lalu-masuk (access) yang diwarisi perangkat lunak lawas.
Perangkat perusak, yang dilaksanakan sebagai kode lewah keistimewaan, dapat menggunakan hak istimewa ini untuk menghancurkan sistem. Hampir semua sistem operasi yang kini terkenal luas, dan juga banyak aplikasi skrip mengizinkan kode berjalan dengan hak istimewa yang berlebihan, biasanya dalam arti apabila pengguna melaksanakan sesuatu kode, sistem memberi kebebasan hak pada kode tersebut sama seperti pengguna. Hal ini memajankan pengguna terhadap perangkat perusak yang dapat ditemukan dalam lampiran surel yang mungkin disamarkan.
Oleh karena keadaan ini, semakin banyak sistem operasi dirancang dengan pengandar peranti (device driver) yang memerlukan hak istimewa tinggi. Walaupun demikian, para pengguna diperingatkan untuk hanya membuka lampiran yang tepercaya, dan untuk tetap waspada terhadap kode yang diterima dari sumber-sumber yang meragukan.
Menghilangkan kode lewah keistimewaan
Kode lewah keistimewaan berasal sejak kebanyakan program dikemas dengan komputer atau ditulis dalaman (in-house) dan memperbaikinya akan menjadikan perangkat lunak pemburu virus sia-sia. Tetapi, ini akan bermanfaat bagi antarmuka pengguna dan pengelolaan sistem.
Sistem harus menjaga tata-ciri (profile) dengan hak istimewa, dan harus dapat memilah program dan pengguna yang mana saja yang patut diberi hak tersebut. Bila ada perangkat lunak yang baru saja dipasang, pengurus akan harus menyusun atur (set up) tata-ciri asali bagi kode baru.
Mengebalkan sistem terhadap pengandar peranti semu mungkin akan lebih sulit dibanding program bisa-laksana semu yang sembrono (arbitrary rogue executables). Ada dua teknik, digunakan dalam VMS, yang mampu mempertangguh sistem yaitu: memetakan penyimpan data (memory mapping) hanya bagi peranti yang dicurigai; memetakan antarmuka sistem yang memperhubungkan pengandar dengan gangguan sela (interrupts) dari peranti.
Cara-cara lain:
• Berbagai macam pemayaan yang mengizinkan kode untuk dapat memperoleh sumber daya maya tak berbatas (unlimited virtual resources)
• Berbagai macam bak pasir (ruang uji coba/sandbox) atau pemayaan aras-sistem operasi (‘operating system-level virtualization’/jail)
• Fungsi keamanan bahasa pemrograman Java dalam java.security
Cara-cara tersebut dapat mengancam keamanan sistem, apabila tidak benar-benar terpadu dalam sistem operasi, dan akan merentangkan upaya (reduplicate effort) jika tidak diterapkan secara menyeluruh.
Program pemburu perangkat perusak
Dengan meningkatnya serangan perangkat perusak, perhatian mulai bergeser dari perlindungan virus dan perangkat pengintai, kepada perlindungan perangkat perusak, dan semakin banyak program dikembangkan secara khusus untuk melawannya.
Perlindungan waktu nyata (real-time) terhadap perangkat perusak berjalan serupa dengan perlindungan waktu nyata program pemburu virus: perangkat lunak memindai berkas cakram seketika pengguna mengunduh sesuatu, dan menghalangi jalannya unsur-unsur yang diketahui sebagai perangkat perusak. Perangkat tersebut juga dapat memegat pemasangan butir-butir pemula (start-up items) atau mengubah pengaturan peramban web (web browser). Kini banyak unsur perangkat perusak terpasang akibat pembobolan peramban atau kesalahan pengguna (user error); penggunaan perangkat lunak pelindung pada peramban "bak pasir" (yang pada dasarnya mengawasi pengguna dan perambannya) dapat membantu mengatasi kerusakan yang telanjur terjadi.

7 Tanda Kehadiran Malware

7 TANDA KEHADIRAN MALWARE

Virus atau sistem error?
Infeksi virus dan windows yang crash pada PC kerap sukar kita dibedakan. Kami mengungkap 7 indikasi tipikal yang menunjukkan adanya serangan virus dan bagaimana mengatasi masalah tersebut dengan cepat.

1. PC selalu crash
Kesalahan sistem (system error) berefek sama buruknya dengan virus karena dapat memaksa windows mogok bekerja. Akibatnya, muncul laporan file-file yang hilang atau rusak, sitem hang, bahkan PC yang me-restart sendiri.

Masalah diatas bisa disebabkan malware yang diprogram buruk sehingga menimbulkan konflik dalam sistem file. Ini terjadi karena penulis virus tidak memilki waktu dan sarana untuk menguji virus mereka secara memadai. Jarang sekali tujuan malware agar dapat bekerja "diam-diam" tercapai. Aplikasi biasa pun ada yang diprogram buruk dan menyebabkan crash.Kemungkinan penyebab lainnya adalah masalah hardware, terutama blue screen serta restart otomatis yang biasanya merupakan tanda-tanda prosesor, graphics card, atau memori yang terlalu panas(overheat) atau rusak.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Untuk memastikan bukan masalah hardware, pertama buka chasing PC dan singkirkan debu. Kemudianperiksa, apakah semua steker terpasang dengan baik dan kipas berputar dengan lancer. Melalui “start I settings I Control panel I System I hardware I device manager”, anda dapat melihat konflik hardware yang mungkin terjadi dan mengatasinya dengan meng-install driver baru. Untuk mendiagnosis system, gunakan program, seperti SiSoft Sandra Lite yang bisa menunjukkan, apakah suatu komponen terlalu panas atau tidak.

Apabila anda baru meng-install program baru,bisa jadiprogram inilah biang keroknya. Namun, solusi uninstall tidak selalu mengatasinya karena sering ada bagian file atau entri registry yang tertinggal. Utility pembersih CCleaner atau mesin waktu windows, yaitu System restore mungkin dapat mengatasinya.

2. Anomali lalu lintas internet
Laporan peringatan firewall juga tidak kalah menjengkelkan. Laporan tersebut bisa tampil walaupun anda tidak berselancar sama sekali.Adanya lalu lintas data aktif via jaringan atau koneksi internet yang dilihat melalui “windows task manager I Network” bisa menjadi indikasi adanya malware. Sekarang ini semakin jarang malware yang hanya merusak system file. Lebih banyak yang mengirim data pengguna ke pembuat virus, mendownload malware lain dari internet atau mengirim spam dati PC anda. Spyware KeyProwler, misalnya merekam input keyboard anda dan akan mengirimkan nya kepada hacker. Informasi password dan data login anda pun langsung disadap oleh pihak yang tidak berkepentingan. Kadang, program yang todak berbahaya atau windows sendiri pun bisa menjadi penyebab aktivitas updatenya di latar belakang.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Program Currports dapat menampilkan semua layanan yang menggunkan koneksi internet. Denghan kombinasi [Ctrl] + [F6], sembunyikan layanan system windows. Apabila ada yang tersisia selain browser, mungkin saja itu adalah sebuah spyware. Pada kolom”Remote Address” dapat dilihat alamat IP yang dituju. Siapa yang berada dibaliknya (alamat tersebut) dapat diketahui dengan memeriksanya melalui layanan htt://network-tools.com

3. PC menjadi lumpuh
Fenomena ini mungkin sering dialamai banyak pengguna windows. Seiring waktu, PC menjadi semakin lambat. Boot berlangsung lebih lama, setelah start, windows meload semakin banyak me-load data. Memang, setiap malare juga menghabiskan resurces dan membebani system. Namun,sejak pertama kali digunakan, PC pun mengumpulkan banyak program penghambat PC yang memenuhi registry, folder autorun, dan mem-fragmentasi hard disk.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Penghambat system dan tamu tak diundang bisa diketahui melalui task manager. Alternatif yang lebih baik dan informative, gunakan system explorer. Pada bagian “system I Start-ups” terlihat semua program yang distart bersama windows.Adapun lelaui “system I services”, tyools ini dapat menampilkan semua layanan yang aktif.

Entri-entri layanan yang aslinya dari windows (windows service) biasanya tergolong aman. Namun, beberapa malware juga menyamar sebagai layanan asli windows, misalnya worm NetskyAB dengan nama “csrss.exe.”, sementara layanan asli windows ada dalam “C:\windows\system32”.
Apabila anda menandai sebuah proses tak dikenal atau mencurigakan dan memilih context menu “File Directory Explorer”, akan tampil lokasi direktori dari proses tersebut. Opsi lainnya dari context menu adalah “File Check I VirusTotal.com” yang akan mengupload file tersebut ke layanan VirisTotal.com untuk dianalisis. Sebelumnya, jangan mengakhiri proses tersebut begitu saja karena bisa jadi itu adalah sebuah layanan penting bagi system.

4. Browser berperilaku aneh
Tentu menjengkelkan jika browser mulai ngawur saat berselancar. Bowser mendadak membuka sebuah halaman start lain, toolbars baru muncul dalam iconbar, dan pop up windows iklan yang selalu muncul. Dengan cara-cara itu malware berusaha memancing pengguna ke website yang telah dipersiapkan untuk mencuri data login atau menyusupkan malware lain ke PC. Adware MyCentria, misalnya menginstall sebuah toolbar sebagai browser plugin yang “menyadap” permintaan pencarian dan menampilkan hasil pencarian yang telah dimanipulasi. Toolbar pun bisa menyusup melalui program yang tidak berbahaya. Apabila anda tidak waspada saat menginstaal program dan membiarkan opsi toolbar-nya untuk turut di- install, anda pun akan mendapai iconbar pada browser.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Sekedar mengubah halaman start dalam opsi internet browser yang “dibajak” sering yidak cukup.Masalahnya, si pembajak (hijacker) selalu menimpa kembali entri-entri ersebut. Lihat ke dalam registry windows melalui “Start I Run I regredit”. Pada “HKEY_LOCAL_MACHINE/software/Microsoft/InternetExplorer?main”, misalnya bisa anda temukan halaman start Internhet Explorerpada bagian “Start Page”. Sebuah URL tak dikenal biasanya menunjukkan adanya hadiran adware.

Tools HijackThis juga melacak malware smacam itu. Untuk itu, HijackThis akan membuat sebuah logfile yang dapat dianalisis di www.hijackthis.de. Dalam forum di website ini, para pakar juga membantu anda menginterpretasikan data dan mengungkap apakah PC anda memiliki sebuah virus dan entri-entri mana yang perlu disingkirkan.

5. Aktivitas hard disk yang sedikit “nyeleneh”
Masalah ini juga dialami banyak pengguna. PC tiba-tiba mulai berisik dan lampu LED hard disk berkedip-kedip tidak karuan, walau anda tidak melakukan apa apa dan tidak ada program yang berjalan. Mungkin saja sebuah virus terbangun dan mencari account serta passwors pada hard disk. Malware pun bisa melakukan aktivitas download dari internet dan mencoba meng-install dirinya ke PC.

Biasanya, aktivitas ini memiliki penyebab yang tidak berbahaya. Windows dan program lain sering menggunakan fase idle PC untuk layanan system otomatis,seperti defragmentasi hard disk, proses indexing file, atau update/backup otomatis. Mungkin juga antivirus sedang melakukan pemeriksaan system secara berkala.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Buka antivirus anda melalui ntray icon kecil dalam taskbar dan periksa, apakah memang antivirus sedang memeriksa system. Apakah sebuah layanan windows sedang aktif, bisa anda ketahui melalui “Scheduled Tasks” (Vista).disana juga anda lihat, kapan layanan lainnya di start. Auto updater program-program lkainnya bisa anda trampilkan melalui bantyuan tools System Explorer.

6. antivirus yang rusak
Setiap hari, mucul 30.000 virus baru. Jadi, antivirus yang selalu actual mutlak diperlukan. Banyak pengguna PC yang masih kurang peduli jika antivirus-nya tidak lagi start atau tidak meng-update. Gejala ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa berindikasi adanya virus pada mekanisme proteksi antivirus. Kini, bavirus” melalui google. Seperti diketahui, masalah update antivirus bisa terjadi karena gangguan koneksi dari sisi pengguna atau sepenuhnya koneksi ke server update yang disediakan produsen antivirus.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Pertama, anda harus dapat menjalankan update secara manual. OPsi ini berada dalam program proteksi anda, biasanya pada bagian update” atau “options”. Informasi mengenai masalah server atau crash yang mungkin terjadi biasanya juga dipublikasi produsen software pada bagian support tersebut.
Namun, resiko PC terinfeksi virus akan semakin tinggi bila anda semakin lama tidak meng update antivirus tersebut. Untuk itu, anda disarankan melakukan pencegahan dini lainnya dengan memeriksa PC melalui layanan antivirus online, seperti TrendMicro (http://housecall.trend-micro.com) yang cukup ampuh dan berfungsi baik pada browser firefox dan IE. Layanan online ini akan men-scan PC secara total hingga ke RAM dan boot sector dengan virus signature actual.

7. Tampilan pengguna berubah
Laporan kesalahan palsu dengan kata-kata “lucu”, icon yang berubah, karakter yang tidak jelasa pada monitor merupakan controh malware yang tidak berbahaya. Pembuatnya mungkin hanya ingin “tampil” atau membuat kesal saja. Virus Blusod”, misalnya dapat menampilkan blue screen palsu dan menakuti pengguna. Bagi yang panic bisa langsung me-restore backup image atau meng-install ulang windows yang sebenarnya tidak diperlukan.

VIRUS ATAU WINDOWS?
Biasanya, indikasi ini ditimbulkan oleh virus, tetapi umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen atau fatal. Virus berbahaya biasanya bertujuan selama mungkin tidak terdeyeksi di PC. Malware yang tidak berbahaya umumnya tidak bersembunyi juah di dalmsistem sehingga dapat disingkirkan dengan cepat. Sebagai solusinya, antivirus online atau freeware antivirus sudah memadai. Namun, agar PC lebih terjamin keamanannya, sangat dianjurkan untuk menggunakan paket proteksi yang terintegrasi dan menyeluruh.